Menu
Harga Tahu dan Tempe Naik

Harga Tahu dan Tempe Naik, Imbas Kenaikan Harga Bahan Baku Kedelai

Gita Panuli 10 months ago 1 5

Harga Tahu dan Tempe Naik – Produsen tahu tempe berencana menaikkan harga akibat kenaikan harga bahan baku kedelai. Sebelumnya, sebanyak 7000 produsen akan terlebih dulu menggelar mogok serentak selama 3 hari sejak 21, 22, 23 Februari 2022 mendatang. Produsen mengatakan mogok produksi dilakukan agar masyarakat mengetahui jika kenaikan harga kedelai berdampak terhadap harga jual tahu dan tempe. Harga tahu tempe naik mencapai 30 persen dari harga jual awal. Di mana, harga jual tahu dan tempe naik dari Rp 4.000 menjadi Rp 5.000.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memprediksi dalam waktu dekat harga tempe di tingkat pengrajin akan naik di kisaran Rp 10.300 – Rp 10.600 per kilogram. Begitu juga untuk harga tahu per papannya berkisar Rp 52.450 – Rp 53.700 atau Rp 600 – Rp 700 per potongnya. Pada 2021, harga kedelai masih sekitar Rp 8.000 – Rp 9.000 per kilogram. Saat ini harganya sudah Rp 10.000 – Rp 11.000 per kilogram di tingkat eceran.

Kenaikan harga jual tahu dan tempe ini mengikuti melonjaknya harga kedelai. Kenaikan ini sudah hampir berlangsung selama sebulan lebih. Kedelai merupakan salah satu bahan baku membuat tahu dan tempe. Itu terpaksa dinaikkan harganya oleh pengrajin agar tidak mengalami kerugian. Semoga masyarakat tidak kaget dan dapat menerima keputusan ini. Serta tetap membeli dan mengkonsumsi tahu dan tempe.

Baca Juga : Sebuah Video Ramai Diperbicarakan, Pasien Belum Ditest Swab dan PCR Sudah Dapat Hasil Positif

Harga kedelai melonjak, produsen tahu dan tempe perkecil ukuran, produksi tetap dilakukan meski harga kedelai impor naik drastis akibat tingginya permintaan selama pandemi virus Corona (Covid-19). Produsen terpaksa memperkecil ukuran tahu dan tempe serta menaikkan harga jual. Langkah ini dilakukan demi mengurangi kerugian serta menutup defisit jumlah tahu dan tempe di pasaran.

Tombol Share
Written By

1 Comment

1 Comment

Leave a Reply